7.10.11

PEPAYA

Caricae Fructus atau PEPAYA sangat bermanfaat untuk peluruh empedu, memacu enzim percernaan, menambah nafsu makan. Kandungan dalam buah pepaya yaitu beta karoten, pektin, d-galaktosa, I-arabinosa, papain, papayotimin papain dan fitokinase.

Buah pepaya masak juga digunakan sebagai obat penurun kolesterol darah yang tinggi, pengobatan sakit maag, mengobati orang yang tidak nafsu makan, sakit gangguan pencernaan dan mengobati sariawan.

Tanaman pepaya termasuk jenis tanaman tropis basah, oleh karenanya dimana pun hampir di seluruh wilayah tanah air kita dapat ditanami tanaman pepaya, namun demikian untuk idealnya kita bisa mencari daerah-daerah yang sangat cocok untuk membudidayakan tanaman pepaya agar tanaman pepaya dapat menghasilkan buah yang maksimal dan berkualitas baik, yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat atau keuntungan bagi kita. Oleh karena itu sebelum memulai membudidayakan tanaman pepaya kiranya perlu memperhatikan hal-hal sbb:
- Tanaman pepaya memiliki adaptasi terhadap lingkungan sehingga pepaya dapat tumbuh mulai 0-1.000 m dpl bahkan sampai ketinggian 1.500 m dpl, namun idealnya ketinggian tanah tidak kurang atau lebih antara 600-700 m dpl, umumnya pepaya yang dihasilkan diatas 700 m dpl buahnya kurang baik demikian lupa yang ditanam di bawah 600 m dpl.
- Tinggi air tanah tidak lebih dari 50-150 cm dari permukaan tanah, oleh karena itu hindari menanam pepaya di bekas persawahan ini akan mengakibatkan akar akan tergenang air terus menurus dan akar akan membusuk yang pada akhirnya tanaman akan mati. Akar bila tergenang 2-3 hari mengakibatkan pohon pepaya akan mati.
- Keadaan tanah yang ideal adalah tanah-tanah latosol/laterit merah, ringan dan gembur dengan pH mendekati netral (6-7) serta subur banyak mengandung bahan organik (humus). Tanah yang lembab akan baik untuk pertumbuhan pohon pepaya.
- Iklim. Tanaman pepaya sangat peka terhadap iklim kritis terutama terhadap suhu dan kelembaban. Tanaman pepaya memerlukan pencahayaan penuh 100%, artinya harus langsung terkena sinar matahari/tempat terbuka, suhu udara berkisar 22-26°C.
- Curah hujan antara 1.000-2.000 mm pertahun. Daerah yang lembab dan curah hujan cukup tinggi produksi buah akan baik demikian pula terhadap daerah yang mempunyai curah hujan merata sepanjang tahun akan lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman pepaya.
- Angin sangat berperan dalam penyerbukan tanaman pepaya karena akan menerbangkan tepung sari. Namun demikian angin yang terlalu keras akan mengakibatkan pohon tumbang. Oleh karena itu harus ada pohon-pohon pelindung pepaya dari terpaan angin kencang.Tanaman Pepaya yang di tanam di dataran tinggi.

Bagaimana kalau daerah Anda kurang ideal, jangan takut... masih bisa diupayakan:
- Ada daerah-daerah ternyata kurang bagus/ideal, misalkan susah mendapatkan air, bisa disiasati dengan menggunakan pompa air. Pemasangan mesin pompa air di kedalaman lk. 3m untuk penyiraman
- Tanah yang becek diupayakan pembuatan drainase yang baik, buat saluran air yang dalam. terhadap pH <6 perlu dilakukan pengapuran sehingga mencapai pH ideal. Penanaman pepaya di daerah yang cukup ideal akan menghasilkan buah yang baik Bila semua sudah siap, ada satu hal lagi yang perlu mendapat perhatian serius yaitu tersedianya sarana dan prasaran produksi, mudahnya transportasi ke lokasi serta keamanan dari lingkungan sosial masyarakat sekitar perkebunan pepaya.

PEPAYA CALINA (IPB9)
Pepaya hasil pemuliaan Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati dosen teladan nasional asal Institut Pertanian Bogor (IPB).buah ini sangat diminati konsumen, hasil produktivitasnya tinggi, dan harganya bagus. Sebenarnya, buah Asli dari Indonesia ini tidak kalah dengan buah impor lho. Buah dengan label Indonesia yakni pepaya calina, sangat laku di pasaran dan berkualitas.

CARA BUDIDAYA PEPAYA CALINA
sumber : http://www.sinartani.com
Ahmad Sasmita (36) telah menanam pepaya sejak 7 tahun lalu. Mulai Juni 2010, ia memilih menanam pepaya Calina. Berikut cara budidaya pepaya Calina yang dilakukan Ahmad Sasmita petani pepaya di Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Bibit pepaya Calina ditanam. Dilakukan pemupukan dasar, satu karung pupuk kandang kotoran kambing per satu pohon. Setelah tanaman berumur 2 bulan, tanah sekitar pangkal batangnya digemburkan. Dua bulan kemudian, dibuatkan bedengan. Penyemprotan tanaman pepaya dilakukan setelah 2 minggu sejak ditanam dengan memakai zat daun. Penyemprotan ini dilakukan supaya daun kuat dan tanaman tidak terserang hama. Sekitar 1 bulan setelah tanam, disemprot pakai zat perangsang buah, supaya bunganya cepat keluar. Selanjutnya dilakukan penyemprotan rutin tiap minggu. Aplikasi teknologi budidaya itu menurut Ahmad Sasmita menghabiskan biaya tanam hingga panen sebesar Rp 31 ribu/ pohon. Jumlah buah per pohon kisarannya 25 sampai 40 buah per pohon. Agar buah per pohon bisa mencapai 40 buah, caranya jangan kurang memberikan pupuk. Sebaiknya setelah 3 bulan ditambah pupuk KCl, SP 36, ZA dan NPK. Ahmad Sasmita selalu mengganti tanaman pepaya yang sudah ketahuan berbunga betina, karena buah pepaya bulat yang dihasilkan kurang laku di pasaran. Oleh karena itu, ia lebih senang kalau bibit yang dibelinya berisi dua tanaman. Sehingga ketika tanaman mulai berbunga, saat umur 3 atau 4 bulan, bisa diseleksi, dan yang disisakan adalah tanaman yang berbunga sempurna. Untuk membedakan bunga betina dan yang berbunga hermaprodit cukup mudah. Perhatikan saja bunganya. Bila yang besar bagian pangkal bungganya dan mengerucut kecil sampai ke ujungnya berarti bunganya betina. Sedangkan bunga hermaprodit adalah berbentuk seperti tombak, lurus di pangkal bunganya dan menggembung besar di tengah lalu meruncing di bagian ujungnya. H Sulhan petani pepaya di Desa Kahuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor menambahkan untuk menanam pepaya, terutama di musim kemarau harus ada sumber air untuk penyiraman. Ketua Yayasan Masyarakat Agropolitan Dr Enisar Sangun yang membina petani pepaya di Ciseeng mengatakan kalau di daerah tersebut tidak ada sumber airnya lebih baik tidak menanam pepaya.

Agro

VISI :
- Meningkatkan kesejahteraan petani.
- Meningkatkan kualitas udara / oksigen.
- Pemanfaatan lahan tidak produktif.

MISI :
- Mengembalikan struktur tanah pertanian yang rusak.
- Penghijauan
- Meningkatkan pendapatan masyarakat / petani..
- Mendidik agribisnis kepada masyarakat / petani.